Apremoi Dethan menyebut, perjuangan itu bukan sekedar untuk meraih kemenangan. Tetapi membawa identitas sekolah dan menunjukkan bahwa anak-anak Rote Ndao memiliki semangat untuk bersaing di luar daerahnya.
Menurut Apremoi, yang juga Wakil Bupati Rote Ndao, turnamen bola volly yang diikuti 43 tim sekolah dengan lebih dari 602 atlet tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar, khusus Rote Ndao untuk mengukur kemampuan.
Di tengah persaingan penuh gengsi itu, Apremoi Dethan mengingatkan tim Rote Ndao untuk menjalani setiap laga dengan percaya diri, menjaga kekompakan, dan menunjukkan sikap sportiftas.
Termasuk rasa hormat kepada lawan tanding dan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan, isi testimoninya juga menyebutkan rasa hormat kepada wasit serta menjunjung aturan pertandingan.
Ia mengatakan bahwa pengalaman di Kupang harus menjadi bekal untuk terus berkembang, mempersiapkan diri menuju Kejurda Ben Mboi Memorial Cup II di Soe, dan membuka peluang memperkuat Nusa Tenggara Timur pada PON 2028.
Dikatakannya, keikutsertaan dua tim Rote Ndao di ajang tersebut, diharapkannya menjadi bagian dari kebangkitan bola volly Rote Ndao.
“Dari Rote, kita bangkit. Di lapangan, kita buktikan!” seru Apremoi, menegaskan bahwa perjuangan para pelajar itu adalah bagian dari harapan besar bagi masa depan bola volly Rote Ndao.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












