Kolaborasi Bersama Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi

Avatar photo
IMG 20230831 WA0041

PotretNTT.Com-Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT laksanakan Talk Show Radio dengan tema Kolaborasi Bersama Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi, pada Rabu (30/08). Talk Show Radio ini disiarkan secara langsung melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) RSPD So’E FM 97,1 Mhz dan live streaming Yotube Channel DISKOMINFO Kab TTS.

Adapun kegiatan ini menghadirkan tiga orang narasumber yakni, Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, S.T., M.M, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten TTS, Relygius L. Usfunan, SH dan Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT diwakili Pengelola Gizi, Scherly Hayer, S. Gz

Pengelola Gizi, Scherly Hayer, S. Gz mengungkapkan Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dengan ditandai panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar, dampaknya pada penurunan tingkat kecerdasan anak. Penyebabnya multisektor, karena ibu hamil yang kekurangan gizi dan pola asuh yang salah. Ciri-ciri anak stunting adalah tinggi badan tidak sesuai umur dan daya tahan tubuh yang lemah dan kecerdasan menurun.

“Stunting tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dicegah. Pencegahan melalui kebutuhan gizi anak, harus diberi ASI eksklusif tanpa makanan tambahan pada anak dengan rentang 0-6 bulan, dan konsumsi MPASI atau Makanan Pendamping ASI pada usia 6-8 bulan. Harus diketahui bahwa tinggi badan anak harus bertambah 38 cm pada anak usia 0-2 tahun, laki-laki normalnya 85-87 cm dan Perempuan 82-85 cm. Jika anak usia dibawah 2 tahun mampu dipenuhi gizinya maka otomatis tidak akan terkena stunting”.

“Mari kita semua bergandengan tangan mengedukasi semua elemen masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting, melalui pemberian makanan yang mengandung empat bintang atau empat unsur gizi yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sayuran bagi keluarga,” Jelas Scherly Hayer, S. Gz.

Baca Juga :   Pj. Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
Sumber: Biro Apim Prov NTT