ROTE NDAO, PotretNTT.COM – Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, mulai mencuri perhatian dunia pariwisata internasional. Salah satu pemicunya adalah pengembangan Nihi Rote, resor mewah yang dikembangkan investor asal Amerika Serikat, Michael Schwab.
Seperti dikutip dari The Times, Schwab, pendiri sekaligus Direktur Pelaksana Big Sky Partners, pertama kali menginjakkan kaki di Rote pada 2008 untuk berselancar.
Kecintaannya terhadap laut kemudian membuat Schwab kembali ke Rote pada 2009 dan 2010. Dari kunjungan-kunjungan tersebut, muncul ketertarikan untuk memiliki lahan sekaligus mengembangkan kawasan wisata di pulau yang dinilainya masih alami.
Terpikat Ombak dan Alam Rote
Berbeda dari kebanyakan peselancar yang telah mengenal olahraga tersebut sejak kecil, Schwab justru mulai serius berselancar ketika memasuki usia 30-an.
Menurutnya, ombak di Rote relatif bersahabat sehingga menarik bagi peselancar dengan berbagai tingkat kemampuan. Namun, daya tarik Rote baginya bukan semata-mata soal ombak.
Pulau dengan panjang sekitar 50 mil dan lebar 14 mil itu memiliki bentang alam yang masih relatif alami. Aktivitas industri juga masih terbatas, sementara kawasan pantai, hutan tropis, perkebunan, dan kehidupan masyarakat lokal menjadi bagian dari daya tariknya.
Pada 2011, Schwab bersama rekannya, Greg Sarkissian, mulai serius mengembangkan lahan di kawasan Rote.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












