Dalam proses tersebut, keduanya dibantu sejumlah warga Indonesia, termasuk Panji Adhikumoro Soeharto dan Viktor Laiskodat.
Panji disebut membantu memahami kondisi masyarakat setempat di kawasan Bo’a sekaligus proses pencarian pemilik lahan.
Secara bertahap, Schwab kemudian memperoleh sekitar 75 acre atau kurang lebih 30 hektare lahan di sekitar Pantai Bo’a, termasuk sekitar 50 bidang tanah kecil, Schwab menyebut sekitar 90 persen pembelian lahan tersebut dibiayainya sendiri.
Nihi Rote pun resmi beroperasi pada Oktober 2026 dengan 21 vila, terdiri dari bangunan satu dan dua lantai dengan satu hingga dua kamar tidur. Sebanyak 14 vila berada di sepanjang garis pantai.
Pengembangan kawasan tersebut belum berhenti. Tahun depan, pengembang berencana membangun 10 rumah pribadi dengan tiga hingga empat kamar tidur di atas lahan sekitar 25 acre atau 10 hektare yang berdampingan dengan resor.
Harga hunian tersebut dipatok mulai US$3,5 juta hingga US$4,5 juta dan beberapa unit dilaporkan telah terjual.
Kehadiran Nihi Rote menjadi sinyal bahwa Pulau Rote mulai masuk radar baru investasi pariwisata premium dunia, dengan kekuatan utama pada alam, ombak, dan karakter lokal yang masih kuat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












