Tragis! Diduga Trauma Usai Diintimidasi Oknum Pejabat, Seorang Dokter Perempuan di NTT Meninggal Dunia

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Redaksi
IMG 20260628 WA0004
Foto : dr.Icha Pakaenoni

KUPANG,PotretNTT.Com — Dunia medis dan perlindungan pekerja perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT) berduka sekaligus meradang. Seorang dokter yang tengah bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026. Kepergiannya memicu gelombang protes keras karena diduga kuat dipicu oleh trauma psikologis hebat akibat aksi intimidasi oleh oknum pejabat publik.

Merespons tragedi ini, Koalisi Advokasi Perempuan dan Tenaga Medis (KAPTM) yang tergabung dalam Solidaritas Koalisi Advokasi Perempuan Untuk Perlindungan Nakes secara resmi merilis pernyataan sikap tegas pada Sabtu, 27 Juni 2026. Mereka menilai wafatnya dr. Icha merupakan tamparan keras yang membuka mata publik mengenai rapuhnya jaminan keamanan mental dan fisik bagi tenaga kesehatan (nakes) perempuan, khususnya di daerah pelosok.

Kronologi Tekanan Psikis di Ruang Medis

Berdasarkan data yang dihimpun koalisi, insiden bermula saat dr. Icha tengah menjalankan tugas profesionalnya untuk menyelamatkan nyawa pasien di IGD RS Leona Kefamenanu. Namun, ia justru mendapat perlakuan kasar berupa penindasan verbal, bentakan, serta intimidasi psikis dari oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), yakni Therensius Lazakar dari Fraksi Golkar dan Norbertus Tubani.

Tekanan berat di ruang vital tersebut memicu trauma dan guncangan jiwa yang sangat hebat pada diri dr. Icha, hingga akhirnya berujung pada kematian almarhumah. KAPTM mengecam keras arogansi tersebut dan menegaskan bahwa jabatan publik seharusnya digunakan untuk mengayomi masyarakat, bukan untuk menindas pekerja perempuan yang sedang mengabdi demi kemanusiaan.

Tuntut Sanksi Pemecatan Kader Partai dan Akuntabilitas Politik

Koalisi menegaskan bahwa arogansi kekuasaan ini melibatkan jejaring aktor politik. Oleh karena itu, KAPTM menuntut pertanggungjawaban moral dan politik secara terbuka dari sejumlah pimpinan partai di tingkat regional.

Baca Juga :  Polres Rote Ndao Segel 3,2 Ton Solar Subsidi, Diduga Ditimbun Pengusaha di Rote Timur

Tuntutan tersebut ditujukan langsung kepada, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, selaku pembina politik daerah sekaligus tokoh pimpinan teras Partai Golkar, Ketua DPD I Golkar NTT, Alain Niti Susanto dan Pimpinan Wilayah/Daerah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTT serta
Pimpinan Wilayah/Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTT.

Sumber: PotretNTT.Com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung