ROTE NDAO,PotretNTT.Com — Pelaksanaan enam paket proyek pembangunan infrastruktur jalan bernilai total Rp 15,14 miliar tahun anggaran 2026 di Kabupaten Rote Ndao mendulang sorotan publik. Enam proyek fisik tersebut diduga sarat persekongkolan dan kolusi karena dikuasai oleh satu oknum pengusaha dengan menggunakan enam bendera perusahaan (CV) berbeda yang beralamat di Kota Kupang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat dan sumber tepercaya, praktik monopoli tersebut berdampak langsung pada lambatnya pengerjaan di lapangan. Pantauan media menunjukkan sejumlah proyek mengalami mangkrak
L. Ada paket yang masa kerjanya telah habis tetapi belum rampung, ada yang baru menyentuh 50 persen, bahkan ada yang progres fisiknya baru mencapai sekitar 20 persen.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menduga ada persekongkolan dalam proses lelang untuk memenangkan pihak tertentu.
“Pengerjaan proyek besar yang dipegang lebih dari dua paket ini membuat pengerjaan terbengkalai. Bahkan ada yang sudah habis masa kontraknya tapi belum selesai. Kami ragu proyek ini bisa rampung tepat waktu dan khawatir mutunya rendah,” ungkapnya.
Daftar 6 Paket Proyek yang Disorot:
Hotmix Baubafan – Kolobolon (CV Teguh Karya) — Rp 9.554.774.240
Lapen Tuanatuk – Todan (CV Teguh Karya) — Rp 1.320.000.000
Hotmix Baudale – Mokdale (CV Wily Karya) — Rp 1.100.000.000
Lapen Lingkar Sanggoen (CV Siloam) — Rp 867.000.000
Lapen Batulilok – Oele (CV Tifany Karya) — Rp 1.251.000.000
Lapen Oedai – Holotula (CV Tuak Mandiri) — Rp 1.050.622.965
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












