Kapal Rusak Rekomendasi Tetap Terbit, Siapa Main Mata di Pusaran BBM Subsidi Rote Ndao?

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Redaksi
IMG 20260912 WA0005
Foto : Kapal dalam kondisi rusak tapi mendapatkan rekomendasi BBM subsidi

Praktik serupa juga ditemukan menyebar di wilayah Kelurahan Metina, Namodale, Sanama Kuli, Aisele, Oeseli, Batutua, hingga Desa Papela.

Menanggapi gejolak ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, Yeanes Riwu, menyatakan bahwa mekanisme penerbitan rekomendasi sebenarnya telah diperketat dengan menyertakan surat keterangan desa dan dokumen Pas Kecil dari KSOP. Namun, ia tidak menampik adanya dinamika dan penyimpangan di lapangan.

“Dalam perjalanan, mungkin kapalnya dijual atau rusak, kita tidak tahu kalau tidak dilaporkan. Salah satu contoh atas nama Umar Kiah, ada 5 unit alat tangkap yang dikeluarkan rekomendasinya, tetapi begitu kami cek ke lapangan justru tidak sesuai fakta. Ada alat tangkap yang mesinnya rusak dan tidak beroperasi, tapi setiap bulan rekomendasinya selalu keluar,” ungkap Yeanes.

Guna menyikapi fakta tersebut, Yeanes meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk proaktif membantu pemerintah membongkar praktik kejahatan ini.

Atas kondisi yang makin memprihatinkan ini, para nelayan tradisional mendesak Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, DPRD, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut pihak berwenang segera turun ke lapangan, melakukan verifikasi ulang data penerima, serta menindak tegas oknum-oknum mafia BBM yang telah merampas hak para nelayan kecil.

Baca Juga :  Pj. Gubernur NTT melanjutkan silaturahmi  bersama Tokoh Agama Hindu dan Budha di Kupang
Sumber: PotretNTT.Com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung