Getaran Daun Lontar dalam Sunyi
Suara dentuman Sasando yang sesungguhnya bukanlah dari dawainya saja, melainkan dari resonansi yang dihasilkan oleh haik—wadah daun lontar yang mengelilinginya. Dentuman ini adalah dentuman halus, seperti getaran daun lontar yang ditiup angin sepoi-sepoi di sore hari yang tenang. Ini menggambarkan kedamaian, keramahan, dan kearifan lokal yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Rote Ndao. Lontar bukan sekadar bahan alat musik, melainkan pohon kehidupan bagi mereka.
Resonansi Sejarah dan Leluhur
Setiap petikan Sasando adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dentumannya membawa gema kisah-kisah leluhur, tentang Sangguana sang penemu, tentang kejayaan para raja, dan tentang bagaimana alat musik ini menjadi penyembuh jiwa. Ketika setiap petikan di tengah hiruk pikuk pameran, ia tidak hanya bermusik; ia sedang menyuarakan sejarah, identitas, dan harga diri Rote Ndao yang sesungguhnya.
Maka, dengarkanlah lebih dalam. Di balik melodi indahnya, ada dentuman alam, dentuman sejarah, dan dentuman hati masyarakat Rote Ndao yang tulus. Sasando bukan sekadar alat musik; ia adalah suara Rote Ndao yang paling otentik.
By Mekris Ruy
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












