Suara Hati dari Selatan : Gemuruh Sasando di Bumi Rote Ndao

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Redaksi
FB IMG 1785635601832

Di bawah temaram lampu pameran, bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan sebuah Sasando, jiwa yang dibungkus daun lontar. Saat jari-jemari mulai menyentuh dawai, atmosfer itu seakan berubah. Bukan lagi sekadar pameran, melainkan sebuah ritual.

Setiap petikan pertama bukanlah sekadar nada, melainkan dentuman lembut namun bertenaga yang bergema langsung ke dalam hati. Dentuman itu adalah detak jantung Rote Ndao.

Melodi Hembusan Angin Laut
Ketika nada-nada tinggi mulai melengking dari Sasando, di sanalah terdengar suara angin laut yang tak pernah berhenti berembus di sepanjang pantai Nembrala atau Oeseli. Ada kebebasan, keberanian, dan semangat yang tak kenal menyerah dari para pelaut Rote yang terlukis dalam setiap melodi yang membubung. Suara itu tajam dan jernih, seperti langit biru tanpa awan di atas Pulau Rote.

Irama Gelombang yang Menghantam Karang.Namun, Sasando tidak hanya berdenting; ia berdentum. Jauh di balik melodi utamanya, ada ‘dentuman’ bas yang dimainkan oleh ibu jari—berat, stabil, dan berulang. Itulah suara gelombang Samudra Hindia yang menghantam tebing-tebing karang di Rote Ndao. Itu adalah simbol kekuatan, ketahanan, dan keteguhan hati masyarakat Rote dalam menghadapi tantangan zaman, sekokoh karang-karang yang menjadi benteng pulau mereka.

Baca Juga :  Pj.Gubernur NTT Mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2023
Sumber: PotretNTT.Com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung