SoE PotretNTT.COM || Kepala Dinas Sosial Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jordan Betty, S.Sos, mengungkap sejumlah fakta terkait kondisi angka kemiskinan di wilayahnya yang hingga kini masih belum menunjukkan kestabilan dan cenderung mengalami fluktuasi.
Dia menjelaskan, tren penurunan angka kemiskinan di TTS belum berlangsung secara konsisten. Bahkan, pada periode tertentu, angka kemiskinan justru mengalami peningkatan.
Menurut Betty, kondisi tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari data tersebut, terlihat bahwa angka kemiskinan di TTS bersifat dinamis atau bervariasi, tergantung pada klasifikasi sosial ekonomi masyarakat.
“Dalam konteks sosial kemasyarakatan, angka kemiskinan di TTS dihitung berdasarkan desil 1 sampai desil 5 yang tergolong tidak mampu. Sedangkan desil 6 hingga desil 10 merupakan kelompok masyarakat mampu, sehingga peluang untuk memperoleh bantuan sosial lebih kecil,” Ungkapnya
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pada tahun 2025 jumlah masyarakat miskin di Kabupaten TTS tergolong cukup besar, yakni sekitar 96,32 ribu kepala keluarga (KK) dengan total 370.522 jiwa, yang tersebar di 278 desa dan kelurahan.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan secara komprehensif oleh pemerintah daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












