“Harapannya ke depan bisa lebih baik lagi, dan toleransi kita semakin erat,” tambahnya dengan senyum optimis.
Momen ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa toleransi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah dengan keberagaman tinggi seperti Nusa Tenggara Timur, telah mendarah daging. Keikutsertaan Ida dalam pawai ini adalah bukti bahwa “Bhineka Tunggal Ika” bukan sekadar semboyan, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pawai tersebut berlangsung meriah dengan berbagai atribut kreatif dan pesan-pesan damai, menunjukkan bahwa di balik perbedaan dogma, ada nilai kemanusiaan yang menyatukan semua orang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












