Pemerintah Kabupaten Rote Ndao turut memberikan apresiasi atas agenda peradatan ini. Asisten III Setda Kabupaten Rote Ndao, Pauwil J.J. Nggili, S.Sos., M.Si., yang hadir membacakan amanat Bupati Paulus Henukh, S.H., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku adat.
“Kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah sangat diperlukan untuk membangun Rote Ndao,” tutur Pauwil.
Nakhoda baru Suku Mooyumbuk, Meksi Mooy, dalam sambutannya menyatakan kesiapannya menjalankan amanah kepemimpinan di 18 wilayah persebaran warga Mooyumbuk di Rote Ndao. Ia menginstruksikan seluruh Maneleo di tingkat kecamatan, desa, hingga dusun untuk selalu responsif dan hadir mendampingi warga dalam situasi suka maupun duka.
“Atas kepercayaan dari keluarga besar Suku Mooyumbuk, para Maneleo, dan orang-orang tua saya di 18 wilayah ini, saya menerima kepercayaan keluarga. Saya akan mengemban tugas sebagai Maneleo Suku Mooyumbuk untuk lima tahun ke depan,” kata Meksi.
Bagi keluarga besar Suku Mooyumbuk, hari itu bukan hanya tentang bergantinya susunan pengurus, melainkan sebuah penegasan janji, menjaga tatanan adat warisan leluhur sembari melangkah mantap menatap masa depan dan mampu menjalankan amanah kepemimpinan adat serta memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan peran kelembagaan Suku Mooyumbuk di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












