Maknai Kemerdekaan ke-81: Wakil Ketua 1 DPRD Rote Ndao Serukan Perang Melawan Kemiskinan dan Kritisi Kebijakan Pajak

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Redaksi
IMG 20260817 WA0023

ROTE NDAO,PotretNTT.Com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum refleksi mendalam bagi jajaran pemerintah dan masyarakat di wilayah beranda selatan NKRI, Kabupaten Rote Ndao. Pimpinan DPRD Rote Ndao menegaskan bahwa esensi kemerdekaan saat ini bukan lagi soal angkat senjata, melainkan perjuangan nyata melawan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, dan keterbatasan fiskal daerah.

Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denyson Mooy.S.PT., menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan harus dimaknai sebagai ajang evaluasi kritis terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Tugas dan tanggung jawab kita sekarang bukan lagi perang fisik. Kita menghadapi tantangan nyata: kondisi fiskal daerah yang rumit dan perang melawan kemiskinan, ketidakadilan, serta perjuangan mengangkat harkat dan martabat masyarakat di tengah kondisi bangsa saat ini,” ujar Denyson Mooy

Dalam refleksinya, Deny membeberkan kenyataan pahit yang masih dihadapi warga di tingkat akar rumput. Kerap kali perayaan kemerdekaan terasa kontras dengan beban hidup yang dipikul masyarakat kecil, seperti petani yang kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memompa air irigasi hingga memicu ancaman gagal panen.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan sosial seperti anak putus sekolah hingga kasus bunuh diri akibat tekanan ekonomi yang melanda sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dulu para pahlawan gugur akibat tembakan senjata. Hari ini, jangan sampai masyarakat kita mati karena kelaparan atau ketidakmampuan ekonomi. Ini adalah ‘perang’ bagi generasi dan pimpinan masa kini,” tegasnya.

Baca Juga :  Sentuhan Kasih Kapolda NTT Untuk Siswa di Pelosok Negeri Pulau Sejuta Lontar
Sumber: PotretNTT.Com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung