Keterlibatan langsung ini memberikan pengalaman kepada warga binaan mengenai proses budidaya sayuran. Mereka belajar bahwa hasil panen tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan dalam mengolah lahan, memperhatikan kondisi tanaman, serta melakukan perawatan secara teratur.
Kepala Lapas Kelas III Baa, Hariyadi N. Maikameng, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian di kebun SAE juga diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong warga binaan agar memiliki keterampilan di bidang pertanian. Harapan kami, pengalaman ini tidak berhenti selama mereka berada di Lapas, tetapi bisa dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan sumber penghasilan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Hariyadi.
Bagi warga binaan, keterampilan menanam sayuran dapat menjadi salah satu pilihan usaha yang bisa dimulai dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Pengetahuan mengenai pengolahan lahan, pemilihan bibit, dan perawatan tanaman merupakan bekal yang dapat diterapkan ketika kembali di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Pelaksanaan panen tomat pada hari ini menambah hasil kegiatan pertanian yang dikelola di kebun SAE Lapas Baa. Pengembangan kebun tersebut sekaligus menjadi upaya Lapas Baa mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












