Masyarakat juga mengapresiasi sikap Bupati yang menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan, melainkan harus mendapatkan keuntungan dari proyek strategis ini.
Senada dengan hal tersebut, Nikson Musu, yang juga merupakan salah satu pemilik lahan, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran jajaran pemerintah daerah. Ia mengakui bahwa sebelumnya sempat terjadi polemik dan kesimpangan informasi di tengah masyarakat terkait proyek pembangunan tambang garam ini.
Bahkan, perwakilan masyarakat sebelumnya sempat mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan aduan dan aspirasi mereka melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Hari ini kita saksikan bersama ada pertemuan langsung dengan Bapak Bupati. Segala pengaduan dan tuntutan yang sebelumnya kami sampaikan di DPRD, hari ini telah dijawab dan dijelaskan dengan sangat baik oleh Bupati,” ujar Nikson Musu.
Meskipun menyambut baik hasil dialog tersebut, masyarakat menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal janji pemerintah. Mereka berharap agar seluruh komitmen yang telah disampaikan dalam pertemuan tersebut dapat segera dieksekusi di lapangan tanpa ada hambatan lebih lanjut.
Masyarakat juga berharap, jika di kemudian hari masih ditemukan kendala atau persoalan teknis terkait lahan, pemerintah daerah tetap membuka ruang komunikasi yang inklusif seperti yang dilakukan hari ini. Dengan demikian, proyek K-SIGN ini dapat berjalan lancar dan membawa dampak kesejahteraan yang nyata bagi seluruh masyarakat Rote Ndao.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












