Guru Penggerak, anggota Komite dan perutusan Pemdes Oebobo, ikut In House Training

Avatar photo
Reporter : Dion Lerek Editor: Redaksi
IMG 20240912 WA0008
Foto: Koordinator Wilayah Kabupaten TTS SMA/SMK Negeri/Swasta, Drs.Jeremias Pelle,M.Pd

Dijelaskannya, kegiatan In House Training (IHT) yang berlangsung selama 3 hari,berjalan sesuai rencana. Para guru penggerak mengikuti arahan-arahan pemateri, diikuti tanya jawab dan pada akhirnya terdapat peningkatan kualitas kemampuan sumberdaya Guru

Selain kegiatan IHT, lanjut Eti Yakomina Markus,SP.MP, pihak sekolah juga dalam programnya melakukan kegiatan Komunitas Belajar ( Kombel), yang mana bertujuan untuk mengevaluasi kembali kinerja guru- guru penggerak dalam Penerapan pembelajaran terhadap peserta didik. Ini dilakukan seminggu sekali. Ungkap Kepsek Eti Yakomina Markus,SP.MP

Koordinator Wilayah Kabupaten TTS Drs. Jeremias P. Pelle,M.Pd yang dikonfirmasi media ini saat akhir kegiatan IHT mengatakan, IHT sangatlah penting untuk menerapkan konsep dan metode kurikulum pembelajaran terhadap guru penggerak. Artinya bahwa, Penerapan metode Pembelajaran yang berkualitas harus mulai dari guru yang berkualitas pula.

” adanya Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan Penilaian Kinerja kepala Sekolah juga guru-guru penggerak merupakan hal yang harus di kerjakan untuk pelaporan. Ungkap Korwas Drs. Jeremias Pelle, M.Pd

Korwas Drs.Jeremias Pelle menjelaskan, untuk Tahun ajaran 2024/2025, Kepsek Eti Yakomina Markus,SP.MP sebagai pimpinan lembaga harus mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar kepada para guru penggerak dan tidak mengesampingkan kurikulum K13 untuk meningkatkan kualitas kemampuan peserta didik. Ungkap Korwas Jeremias Pelle

Jeremias Pelle mengharapkan, Pimpinan Lembaga pendidikan Kejuruan Negeri Batu Putih harus mampu membangun kerja sama dengan semua lini,baik pemerintah juga Swasta demi tercapainya kebutuhan dan menjawab keinginan masyarakat Sekolah. “Ya ibu kepsek harus sudah mulai bangun relasi, agar kekurangan yang dimiliki lembaga ini secepatnya diperoleh.” Tuturnya

Jeremias Pelle mencontohkan, kekurangan ruang Kelas, alat-alat pendukung pertanian, peternakan, perbengkelan dan masih banyak yang harus dibenahi. Ungkap Korwas Drs Jeremias Pelle, M.Pd ( PN/Dion)

Baca Juga :   Tahun 2025, Dana Alokasi Khusus di Alihkan ke Kementrian Repoblik Indonesia
Sumber: PotretNTT.Com