Sekolah Dasar Inpres Nonohonis sejak Tahun 1975 Tak Pernah Tersentuh Bantuan Fisik

Avatar photo
Reporter : Dion Lerek Editor: Redaksi
IMG 20240802 WA0040
Foto : Foto bersama Kapala Dinas P & K,Musa Benu.SH, tengah,pihak Kementrian Ahmadin,Kabid SD Yordan Liu.S.kom Kepsek Yohanis Lakapu.Spd bersama para guru guru SDInpres Nonohonis

Kepsek Yohanis menjelaskan, bangunan Ruang Kelas yang selama ini dipergunakan adalah bangun yang sudah ada sejak Tahun 1975 ,dan sudah termakan usia, ” kondisinya sudah sangat memprihatinkan, atap sudah pada bocor, kayu kayu sudah pada lapuk sementara tembok juga sudah mulai terkelupas”. Ungkap Kepsek Yohanis.

Tetapi sejak tanggal 15 April 2024 pihak sekolah mendapat angin segar dengan kehadiran Kemendikbudristek di sekolah kami melalui siswi Chiselda Selan yang mendapat prestasi terbaik melalui sesi wawncara terkait pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar.

Kesempatan ini tidak di sia siakan oleh pihak sekolah dengan mengutus salah satu guru pendamping Petronela Manafe ke jakarta untuk memenuhi permintaan Kementrian.” Kami tidak sia siakan kesempatan ini,, pihak kementrian mengajak siswi chiselda Selan ke jakarta untuk bertemu langsung Menteri Profesor  Nadiem Anwar Makrin.B.A.M.B.A pada 2 Mei Hardiknas.” Ungkap Yohanis Lakapu

Petronela Manafe yang dikonfirmasi Media ini membenarkan bahwa dirinya diutus mendampingi Chiselda Selan untuk bertemu Pak Menteri. ” dalam tatap muka dengan pak Menteri Pendidikan,Kebudayaan Riset dan Teknologi pada 2 Mei di ruangannya, banyak sekali canda tawa tapi tidak terlupakan hal hal penting yang kami sampaikan juga di terima, salah satunya permohonan bantuan ruangan bagi Sekolah Dasar Inpres Nonohonis.

Hal ini langsung di respon. Terkait waktunya? Mungkin tahun depan karena dalam masa perubahan Anggaran. Ungkap Petronela Manafe Gembira

Sementara Kapala Bidang SD Kabupaten TTS Yordan Liu. S.Kom mengatakan, khusus sekolah Dasar Inpres Nonohonis sepengetahuannya pernah menolak bantuan pemerintah melalui Dana Alokasih Khusus ( DAK ) menurut pihak sekolah bahwa anggaran tidak sesuai ” alias sangat kecil” maka dari hal tersebut setiap kali ada usulan dari Dinas Melalui Dapodik selalu di tolak atau mendapat garis merah.artinya tidak akan pernah dapat bantuan berupa fisik.

Baca Juga :   Bhayangkari Peduli Pendidikan, Ny.Julianti Sigit Prabowo Salurkan Bantuan Untuk Siswa Di Rote

Tetapi lanjut Kabid Yordan dengan adanya anak berprestasi merupakan jalan terbaik bisa bertemu langsung pihak Kementrian, hal ini pasti kedepan akan mendapat nilai positif. Ungkap Kabid Yordan Liu. S.Kom ( PN.Dion )

Sumber: PotretNTT.Com