Diduga Keterlibatan Oknum APH di Balik Kelangkaan BBM di Rote

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Redaksi
lv 0 20260913161950
Foto : Mobil tangki kapasitas 5.000 liter saat bongkar muatan di rumah pengecer di kota Baa

ROTE NDAO,PotretNTT.Com – Praktik penyimpangan distribusi Pertamax yang diduga melibatkan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) memicu kelangkaan BBM dan melambungkan harga eceran hingga Rp25.000 per liter di Kabupaten Rote Ndao.

Hal ini terkuak usai armada tangki berkapasitas 5.000 liter terpergok membongkar muatan di rumah seorang pengecer di Kota Baa pada Sabtu (12/9/2026), menyalahi alamat tujuan resmi yang tertera dalam surat jalan.

Mobil tangki bernomor polisi DH 8372 AG yang dikemudikan oleh sopir bernama Micka Selan tersebut tertangkap tengah membongkar muatan di kediaman seorang pengecer berinisial Theo di bilangan Jalan Abri, Kota Baa.

Padahal, berdasarkan Surat Jalan nomor 005/DO.08/IX/2026 yang diterbitkan PT Piet Mitra Jaya selaku penanggung jawab Depot SPBU Sanggaoen (56.851.01), lokasi pembongkaran tertuju pada tempat izin usaha milik Jhony (Leksbert Tassi).

Hasil investigasi di lapangan mengungkap kejanggalan pada dokumen Surat Jalan tertanggal 12 September 2026 tersebut, di antaranya tidak ditemukan barcode verifikasi resmi.

Berdasarkan rincian dokumen pengantar dari PT Pertamina Patra Niaga Depot Kupang (DO 8143775447), pasokan Pertamax seberat 5.000 liter itu sejatinya dikirim dari Kupang menggunakan kapal dengan tujuan resmi SPBU Sanggaoen.

Baca Juga :  131 Personel Polres Rote Ndao dan Brimob Ikuti Tes Psikologi Kepemilikan Senjata Api
Sumber: PotretNTT.Com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung