Diduga Keterlibatan Oknum APH di Balik Kelangkaan BBM di Rote

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Redaksi
lv 0 20260913161950
Foto : Mobil tangki kapasitas 5.000 liter saat bongkar muatan di rumah pengecer di kota Baa

Nama Jhony yang tercantum dalam dokumen izin usaha tersebut dikonfirmasi merupakan oknum anggota polisi aktif yang kini bertugas di Polda NTT dan sempat berdinas di Polres Rote Ndao. Penanggung Jawab SPBU Sanggaoen, Risty, mengonfirmasi keaslian dokumen perusahaan saat dijumpai di lokasi pembongkaran.
Namun, ia enggan memberikan penjelasan terkait alasan armada tersebut melakukan bongkar muatan di tempat yang tidak sesuai peruntukan.

Sementara itu, petugas nozzle sekaligus cleaning service SPBU Sanggaoen, Billy Dopen, mengakui adanya pengalihan lokasi pembongkaran BBM tersebut atas instruksi langsung dari pemilik izin.

“Memang izin atas nama Pak Polisi Jhony, namun Pak Jhony yang minta kami bongkar di tempat Theo selaku pengecer,” ungkap Billy di lokasi kejadian.

Kondisi penyimpangan distribusi ini memicu keluhan warga setempat. Dugaan permainan dalam alur distribusi Pertamax dari SPBU ke pihak eceran disinyalir menjadi penyebab utama kelangkaan BBM non-subsidi di wilayah Rote Ndao, hingga memicu lonjakan harga eceran yang menembus angka Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter.

Tindakan pengalihan pengiriman BBM ini dinilai melanggar regulasi distribusi, antara lain Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, serta Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2013 yang mengharuskan kelengkapan surat jalan sesuai sistem resmi.

Atas temuan tersebut, Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak berwenang didesak untuk segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat serta penyimpangan distribusi yang merugikan masyarakat dan negara.

Baca Juga :  Lamban dan Berubah-ubah, Kinerja BPN Rote Ndao Diduga Rugikan Warga Terkait pengurusan Sertifikat Tanah
Sumber: PotretNTT.Com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung