ROTE NDAO,PotretNTT.Com — Polemik terkait rekomendasi BBM yang menyeret sejumlah pengusaha minyak atau pengecer di wilayah Rote Ndao sangat menyita perhatian masyarakat.
Hal ini di sebabkan karena ulah dari oknum polisi yang diduga terlibat dalam bisnis BBM ilegal ini menyebabkan terjadinya kelangkaan BBM yang kemudian berdampak terhadap melonjaknya harga yang bebas di tentukan oleh para penjual.
Namun, dari persoalan polemik yang terjadi ada hal menarik yang cukup mengejutkan dimana di balik rekomendasi bodong yang di ungkap sejumlah media di Rote Ndao, terseret Enam Anggota Polisi yang diduga ikut bermain dalam bisnis BBM ilegal.
Selain terungkap melalui hasil investigasi oleh sejumlah wartawan, rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang di gelar pada Rabu, (16/09/2026) di ruang sidang DPRD untuk membahas persoalan tata kelola BBM, pada kesempatan itu forum menyoroti dugaan keterlibatan oknum polisi aktif yang terkuak dalam daftar penyalur BBM.
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Rifai,SH mengatakan, laporan terhadap oknum tersebut telah disampaikan kepada Propam Polres Rote Ndao.
“Satu Anggota Polisi Polda NTT dan Lima Anggota Polres Rote Ndao sementara diperiksa oleh Propam “ Demikian hal ini di sampaikan oleh Kapolres Rote Ndao melalui Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Rifai,SH saat Rapat Dengar Pendapat Umum ( RDPU) DPRD, Pemerintah Daerah, Polres Rote Ndao, SPBU dan pihak Media di Gedung Sasando DPRD Kabupaten Rote Ndao.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












