Sementara itu, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, menyampaikan harapannya agar kunjungan Gubernur NTT membawa sukacita dan berkat bagi masyarakat Sumba Barat. Menurutnya, kehadiran Gubernur memiliki makna penting dalam memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di wilayah tersebut.
Seperti halnya beberapa kabupaten lain di NTT, persoalan kemiskinan dan stunting di Sumba Barat masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.
Bupati Yohanis Dade memaparkan bahwa pada tahun 2025, prevalensi stunting di Sumba Barat masih mencapai 22,91 persen dan masih berada dalam kategori tinggi. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai intervensi terhadap kelompok sasaran, termasuk meningkatkan cakupan gizi rumah tangga.
Selain itu, tingkat kemiskinan ekstrem pada tahun 2025 juga masih cukup tinggi, yakni mencapai 26,47 persen. Pemerintah daerah, kata Yohanis, akan terus mendorong berbagai program penanganan untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.
Menurutnya, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak utama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Sumba Barat.
“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah provinsi agar pengembangan sektor pariwisata di daerah ini dapat terus diperkuat, baik melalui pembangunan infrastruktur pendukung, penataan objek wisata, pengembangan sumber daya manusia, maupun kerja sama pengelolaan pariwisata oleh empat kabupaten di daratan Sumba,” ujarnya.
“Melalui pengembangan sektor pariwisata tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. Saat ini juga mulai banyak investor yang membangun usaha di daerah tersebut yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan PAD.” Tambahnya.
Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus mendampingi dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten dalam mendorong percepatan pembangunan di daratan Sumba. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan berbagai potensi daerah dapat dioptimalkan guna mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












