Dua Dekade Dinanti, Bendungan Lekobatu Kembali Mengalir : Harapan Baru Petani Rote Ndao

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Yeri Sula
IMG 20260507 WA0003
Foto Bersama Usman Husin,Anggota DPR RI dan Masyarakat Usai Kegiatan Reses

ROTE NDAO,PotretNTT.Com – Pemandangan tak biasa terlihat di pinggiran Bendungan Lekobatu, Desa Temas, Kecamatan Rote Barat Laut, Selasa (6/5/2026).

Di bawah terik matahari dan suasana sederhana pinggir sawah, ratusan petani berkumpul bukan untuk bekerja, melainkan untuk merayakan kembalinya “napas” pertanian mereka yang sempat mati suri selama 20 tahun.

Momen haru ini dikemas dalam agenda reses Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin. Uniknya, lokasi pertemuan di pinggir tanggul bendungan ini merupakan permintaan khusus dari para petani Desa Temas, Modosina, dan Lidor sebagai bentuk simbolis rasa syukur.

Perjuangan Melawan Kekeringan Dua Dekade

Selama kurang lebih dua puluh tahun, Bendungan Lekobatu hanyalah monumen kerusakan. Kondisi ini memaksa petani setempat bergelut dengan keterbatasan air, yang berdampak langsung pada rendahnya produktivitas dan terbatasnya musim tanam.Namun, peta nasib berubah sejak aspirasi perbaikan diperjuangkan pada tahun 2025. Kini, air kembali mengalir deras, mengairi petak-petak sawah yang sekian lama merana.

“Petani meminta reses dilakukan di sini karena mereka ingin menunjukkan rasa syukur. Setelah puluhan tahun rusak, sekarang bendungan ini sudah bisa dimanfaatkan lagi,” ujar Usman Husin di sela-sela kegiatannya.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

Perbaikan bendungan ini bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan urat nadi ekonomi warga. Dengan kembali berfungsinya irigasi, para petani kini dapat menatap optimis dua musim tanam dalam setahun, sebuah pencapaian yang mustahil dilakukan dalam dua dekade terakhir.

Baca Juga :   Ketua DPRD Rote Ndao, Pemilih Pertama Yang Gunakan Hak Pilih di TPS I Desa Ingguinak
Sumber: PotretNTT.Com