ROTE NDAO,PotretNTT.Com — Pelayanan kesehatan di RSUD Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, menuai sorotan tajam setelah seorang pasien, Alm. Agustinus Dominggus Mau, asal Desa Fatelilo, Kecamatan Pantai Baru menghembuskan napas terakhirnya usai mengalami proses rujukan yang berbelit-belit (dipingpong) di tengah kondisi armada ambulance yang rusak. Kasus tragis ini memicu kemarahan Komisi II DPRD Rote Ndao yang kini mendesak dilakukannya audit total terhadap manajemen rumah sakit serta seluruh fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Dalam laporan lengkap keluarga korban terkait bobroknya tata kelola rujukan RSUD Ba’a yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Sidang Paripurna DPRD Rote Ndao, Kamis (16/7/2026).
Kronologi Rujukan “Pingpong” yang Berujung Maut
Dalam Rapat Dengar Pendapat(RDP) yang dihadiri oleh keluarga korban, Dinas Kesehatan, serta manajemen RSUD Ba’a,pada kesempatan itu adik almarhum, Melki Mau, membeberkan kronologi memilukan yang dialami kakaknya sebelum meninggal pada Senin dini hari (13/7/2026).
Dalam RDP Melki beberkan , Meski awalnya pelayanan medis pada 11 Juli 2026 berjalan baik, situasi berubah drastis saat kondisi pasien memburuk dan dokter merekomendasikan rujukan ke RSU W.Z. Yohanes Kupang pada keesokan harinya menggunakan kapal Ferry.
Dia menjelaskan, Keluarga dijanjikan keberangkatan dari rumah sakit menuju pelabuhan menggunakan ambulance dengan kapasitas 5 orang.Saat keluarga sudah menunggu di Pelabuhan Pantai Baru untuk naik kapal Ferry, pihak RS secara mendadak meminta mereka pindah ke Pelabuhan Ba’a guna mengejar Kapal Cepat (Bahari Express). Keluarga pun terpaksa membeli tiket baru.
Pembatalan Sepihak karena Ambulance rusak, Melki kembali menjelaskan
Setibanya di Pelabuhan Ba’a, keluarga diinformasikan bahwa ambulance kecil yang akan digunakan ternyata rusak, sementara ambulance besar sedang mengantar pasien lain.
Dalam situasi korban yang semakin memburuk, Melki kembali menjelaskan,
keluarga kembali diminta putar balik ke Pelabuhan Pantai Baru untuk mengejar kapal Ferry. Namun, karena waktu terbuang sia-sia di perjalanan, kapal Ferry sudah telanjur lepas jauh, Rencana rujukan pun gagal total.
Dia menyisakan tengah kepanikan, keluarga bahkan sempat diminta menanggung sendiri biaya tiket penyeberangan kapal untuk ambulance yang akan membawa pasien.
Hanya berselang beberapa jam setelah gagal dirujuk, Agustinus Dominggus Mau dinyatakan meninggal dunia.
Manajemen Saling Silang, Plh Direktur Baru Tahu Setelah Viral
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










