Lemahnya sistem pengawasan internal RSUD Ba’a dikritik keras oleh anggota DPRD, Zyiandri Daud dari Fraksi PDIP Pasalnya, Plh. Direktur RSUD Ba’a, Luisa M.P. Patola, mengaku baru mengetahui bahwa dua dari tiga unit ambulans mereka rusak justru setelah kasus ini viral di media massa dan pasien telah meninggal dunia.
Dalam pembelaannya, Luisa mengakui keterbatasan armada operasional rumah sakit umum daerah Ba’a
“Total Armada, RSUD Ba’a hanya memiliki 3 unit ambulance, kondisi fisik: 2 unit dalam keadaan rusak, dan hanya 1 unit yang berfungsi (yang saat kejadian sedang digunakan bersamaan untuk merujuk tiga pasien lain ke Pelabuhan Ba’a)”. Katanya.
Pihak RSUD Ba’a juga berdalih bahwa berdasarkan diagnosis medis, almarhum meninggal akibat komplikasi penyakit penumpukan cairan di paru-paru serta dugaan tumor paru-paru, bukan semata-mata karena keterlambatan rujukan.
Kegagalan sistematis ini memicu kemarahan keras dari para wakil rakyat. Anggota Komisi II DPRD Rote Ndao, Feky Boelan,S.E., dari Fraksi Hanura menegaskan bahwa kasus ini sudah melangkah jauh dari sekadar masalah administratif, melainkan kelalaian fatal yang menghilangkan nyawa seseorang.
“Ini masalah sebenarnya sudah bisa masuk ke ranah pidana maupun perdata, juga administrasi. Pidana karena sudah ada korban nyawa akibat kelalaian Rumah Sakit. Bisa masuk perdata juga jika keluarga pasien menuntut ganti rugi karena sudah rugi waktu dan biaya,” tegas Feky Boelan.
Sementara itu, Ketua Komisi II, Meksi Mooy, turut menyesalkan minimnya empati dari jajaran manajemen RSUD Ba’a yang bahkan tidak mengirimkan satu pun perwakilan saat prosesi pemakaman almarhum.
Sebagai langkah konkret agar tragedi serupa tidak terulang kembali, Komisi II DPRD Rote Ndao mengeluarkan rekomendasi tegas kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk segera: menginventarisasi dan mengaudit kelayakan seluruh unit ambulans, baik di RSUD Ba’a maupun di seluruh Puskesmas se-Rote Ndao, Memperbaiki sistem komunikasi internal dan menyederhanakan birokrasi rujukan agar pasien tidak lagi menjadi korban ego sektoral atau miskomunikasi.
Selain itu DPRD juga meminta agar Pemerintah Mengevaluasi secara menyeluruh kinerja jajaran manajemen RSUD Ba’a demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik daerah.
Sebelumnya di beritakan media ini dengan judul “Pelayanan RSUD Ba’a Menuai Sorotan Fatal, Pasien Rujukan Kupang Meninggal Akibat Sengkarut Ambulance”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










