“Ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Rote dan NTT pada umumnya. Pesan Bapak Presiden Prabowo, kalau garam kita produksi sendiri, yang menikmati hasilnya adalah kita. Tapi kalau kita impor garam, yang menikmati hasilnya orang lain, negara lain,” ujar Zulkifli Hasan
Menurutnya, pengembangan kawasan industri garam tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap hektare lahan yang dikembangkan akan menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat
Pembangunan K-SIGN sendiri merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem industri garam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mendukung kebutuhan nasional
pembangunan K-SIGN memiliki makna strategis. Selain menempatkan Kabupaten Rote Ndao sebagai wilayah terluar Indonesia, proyek ini juga memperkuat posisi daerah tersebut sebagai beranda depan pembangunan ekonomi nasional di sektor industri garam
Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi NTT Alex Lumba, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Rote Ndao (tim/Yerma)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












