Diduga Catut Nama Polisi dan Wartawan untuk Pungli Stand Expo, Kapolres Rote Ndao Didesak Periksa Oknum GB

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Redaksi
IMG 20260808 WA0028

“Awalnya peserta cukup banyak, tetapi karena biaya yang ditentukan terlalu besar, beberapa akhirnya mundur. Total ada 8 orang pemilik stand lotre yang menyetor uang tunai sebesar Rp5,2 juta per orang dengan total mencapai Rp42 juta. Itu belum termasuk pedagang adu ketangkasan,” jelas sumber tersebut.

Dalam pertemuan maupun pesan di grup, GB berdalih bahwa dana yang terkumpul dialokasikan senilai Rp10 juta untuk Reskrim, Rp20 juta untuk Intel, Rp3,5 juta untuk Polsek Lobalain, serta sisanya dibagi untuk dua kelompok wartawan.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (8/8) sore terkait dugaan pungli dan pencatutan nama institusi tersebut, Guntur Bartels (GB) tidak memberikan jawaban eksplisit. Ia justru meminta untuk dipertemukan langsung dengan pihak-pihak yang memberikan informasi.

“Kalau bisa pertemukan saya dengan orang yang menyampaikan hal tersebut,” tegasnya.

Aksi dugaan pungli ini menuai reaksi keras karena dinilai telah mencemarkan nama baik institusi Kepolisian dan profesi wartawan di Kabupaten Rote Ndao.

DPD SMSI Rote Ndao bersama insan pers Rote Ndao mendesak Kapolres Rote Ndao agar segera memanggil dan memeriksa secara transparan serta mengusut tuntas oknum yang terlibat, apabila masalah ini tidak segera ditindaklanjuti secara tegas maka DPD SMSI Rote Ndao akan menggambil langkah hukum.

Baca Juga :  Sentuhan Kasih Kapolda NTT Untuk Siswa di Pelosok Negeri Pulau Sejuta Lontar
Sumber: PotretNTT.Com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung