Soroti Krisis Nakes di Ndao Nuse, Veky Boelan Desak Pemerintah Naikkan Insentif Nakes 

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Yeri Sula
IMG 20260506 WA0039
Foto : Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao,Veky Boelan

Anggota Komisi II DPRD Rote Ndao, Firlot Pellokila dari Fraksi Gerindra juga menyoroti terjadinya mutasi terhadap beberapa ASN Nakes di Puskesmas Ndao Nuse yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, yang disinyalir menjadi penyebab utama Puskesmas Ndao kekurangan Nakes.

Secara tegas, Firlot Pellokila meminta agar para Nakes yang sebelumnya sudah lolos CPNS dan atau PPPK melalui formasi dari Puskesmas Ndao yang telah dimutasi keluar dari Pulau Ndao untuk segera dikembalikan ke Puskesmas Ndao.

Firlot menduga adanya praktek nepotisme di lingkup pejabat Pemerintahan Rote Ndao yang secara tak prosedur melakukan mutasi terhadap kerabat mereka yang bertugas sebagai Nakes di Puskesmas Ndao.

Selain itu Anggota DPRD Rote Ndao, Zyiandri Daud, ST dari fraksi PDIP juga menyoroti lambatnya respon dari Pemda Rote Ndao dan Dinas Kesehatan Rote. Karna ternyata pihak Puskesmas Ndao telah bersurat secara resmi kepada Dinas Kesehatan terkait kondisi Puskesmas Ndao yang masih sangat kekurangan Tenaga Kesehatan. Tapi hal itu belum mendapatkan respon yang cukup berarti dari Pemerintah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao Jufry Laela dari Partai PAN meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao melakukan evaluasi total secara menyeluruh agar segera menambah Nakes di Puskesmas Ndao.

Sementara dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Dering Feoh, M.Pd,sangat menyayangkan pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas M Selly, MM yang dalam suatu pemberitaan ingin memberikan sanksi kepada ASN/Nakes Puskesmas Ndao yang memposting pengumuman tersebut.Menurutnya pernyataan Sekda Rote Ndao itu bukanlah solusi bagi permasalahan yang ada, tapi malah menambah masalah bagi para Nakes di Puskesmas Ndao yang beban kerjanya sudah sangat tinggi.

Baca Juga :   Perekrutan Relawan SPPG Rote Timur Dinilai Cacat Prosedur, DPRD Diminta Gelar RDP

“Pak Sekda menyampaikan bahwa seandainya yang posting itu pengumuman ASN maka akan dilapor atau ditindak. Maka Itu pernyataan yang konyol, karna seharusnya Pemerintah berikan solusi karna postingan itu sampai keluar ke medsos karna pasti ada masalah di lapangan,” Jelas Dering Feoh.

Selain itu, Fraksi PKB Melkianus F. Haning, S.Pd, MM selaku Sekretaris Komisi II DPRD Rote Ndao, juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao segera menambah Nakes ke Puskesmas Ndao lengkap dengan tempat tinggal yang layak bagi para Nakes di Ndao.

“Kami minta pemerintah juga harus perhatikan tempat tinggal para Nakes di Puskesmas Ndao. Jangan sampai kita kirim tambah Nakes, tapi sampai disana mereka tidak tau harus tinggal dimana,” pungkas Sekretaris Komisi II DPRD Rote Ndao.

Selanjutnya, Mersianus Tite dari fraksi HANURA secara tegas meminta pihak Dinas Kesehatan Rote Ndao untuk selalu membackup para Nakes di Puskesmas Ndao.

“Tekanan psikologis teman-teman Nakes di Ndao itu sangat tinggi, tolong mereka di backup. Mereka kerja dengan tekanan yang tinggi sampai mereka keluarkan pengumuman itu. Jadi kami minta Pemerintah mengklarifikasi berita di media yang dikeluarkan oleh Pak Sekda. Karna itu sangat mengganggu Nakes di Ndao.” tegas Mersianus Tite.

Sumber: PotretNTT.Com