Diduga YM Polwan di Rote Jadi Calo Casis Bintara Polri,Tipu Warga 60 Juta Rupiah

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Yeri Sula
1001207667
Keterangan Foto : Lorens Nullek

ROTE NDAO, PotretNTT.Com – Kasus calo penerimaan Casis ( Calon Siswa) Polri tahun 2024 dengan modus penipuan menjanjikan kelulusan bintara terhadap seorang warga di Rote Ndao kembali mencuat

Diduga pelaku penipuan terhadap Lorens Nullek warga RT 01/RW 01 Dusun Boni, Desa Boni, Kecamatan Loaholu,merupakan seorang oknum Polisi Wanita (Polwan) berinisial YM sedang bertugas di Polres Rote Ndao,Nusa Tenggara Timur.

Kepada Lorens Nullek, YM meminta sejumlah uang dengan iming-iming meloloskan HN yang sedang mengikuti proses seleksi calon Bintara Polri di Kepolisian Resor Rote Ndao.

Kepada awak media, Lourens Nulek ayah dari HN mengungkapkan kronologi awal terjadi pada Mei 2024. Saat itu ia didatangi seorang Polwan berinisial YM bersama seorang pria berinisial EA, yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Dalam pertemuan tersebut, YM menanyakan apakah anak Lorens mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri. Saat itu HN, anak dari Lorens Nullek memang sedang mengikuti proses seleksi calon Bintara Polri di Kepolisian Resor Rote Ndao.

Dikatakan Lorens, YM meyakinkan dirinya bahwa ia dapat membantu meloloskan HN dalam seleksi tersebut. “Bapak punya anak ikut tes kah? Kalau begitu jangan kasih tahu siapa-siapa. Biar beta yang atur dan pegang,” ujar Lorens menirukan ucapan YM.

Beberapa waktu setelah pertemuan itu, YM menghubungi Lorens dan menyampaikan bahwa ada pihak yang bisa membantu meloloskan anaknya, namun membutuhkan sejumlah uang. Karena percaya, Lorens kemudian meminjam sejumlah uang dari seorang kerabat bernama Matias Nullek. Uang tersebut kemudian ditransfer pada 6 Mei 2024 pukul 20.16 WITA ke rekening pribadi YM di Bank BCA atas nama Yulitha Manuain sesuai petunjuk yang diberikan oleh YM.

Setelah uang pertama ditransfer, beberapa minggu kemudian YM kembali menghubungi Lorens dan meminta tambahan uang sebesar 20 juta Rupiah. Menurut YM, uang tersebut akan diberikan kepada orang yang disebut dapat membantu meloloskan HN dalam seleksi.

Baca Juga :   14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Karena kesulitan melakukan transfer akibat gangguan jaringan di tempat pengiriman uang, Lorens kemudian meminta anaknya Putra Nullek untuk mengantar uang tersebut secara langsung. Putra Nullek kemudian menyerahkan uang 20 Juta Rupiah kepada YM di tempat kosnya di kawasan Jln. Lelain–Busalangga, tidak jauh dari Mapolres Rote Ndao.

Permintaan uang kembali terjadi. YM kembali menghubungi Lorens dan meminta tambahan uang 25 Juta Rupiah dengan alasan untuk diberikan kepada oknum polisi yang disebut dapat memberikan “nilai tambahan” bagi anaknya. Bahkan, menurut Lorens, permintaan tersebut disertai tekanan. “Kalau tidak kasih uang 25 juta, anak bapak tidak dapat nilai tambahan,” ujar Lorens menirukan ucapan YM saat itu.

Sumber: PotretNTT.Com