Pj.Gubernur NTT Dampingi Menteri Kesehatan RI Launcing Implementasi Teknologi Wolbachia di NTT

Avatar photo
Reporter : Christin Mindjo & Femiliana Paron
IMG 20231024 WA0061

Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota Kupang mengatakan Pemerintah Kota Kupang menyambut baik Implementasi Inovasi Wolbachia dalam mengatasi wabah DBD yang masih menjadi masalah kesehatan serius masyarakat Kota Kupang.

“Jumlah kasus DBD di Kota Kupang telah menurun, jumlah khasus DBD di Kota Kupang berada diangka 187 kasus, jauh dari jumlah khasus di Tahun 2022 yang berada di angka 455 kasus”. Jelas Pj Wali Kota.

“Kota Kupang telah menerapkan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan langkah 4M (Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau) serta menurunkan petugas lapangan untuk mensosialisasikan pencegahan dan mengurangi kasus DBD,” tambah Pj Wali Kota Kupang.

Dalam Laporan yang disampaikan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M, MARS, Kota Kupang merupakan kota ke-4 (empat) yang melauncing Implementasi Wolbachia setelah kota Semarang, Kota Bontang dan Kota Denpasar.

Dasar pelaksanaan implementasi ini ialah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1341/2022 tentang Penyelenggaraan _Pilot Project_ Penanggulangan Dengue dengan Metode Wolbachia.

“Untuk Kita ketahui bersama bahwa Wolbachia sendiri adalah bakteri alami yang umum ditemukan di hewan arthropoda atau serangga, dan mampu menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk. Penelitian Universitas Gajah Mada Yogyakarta membuktikan bahwa teknologi ini mampu menurunkan 77% angka kejadian kasus Dengue dan mengurangi masuk RS sebesar 86%.” Jelas dr. Maxi Rein Rondonuwu.

“Bakteri Wolbachia ini dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti, sehingga virus dengue tidak akan menular ke dalam tubuh manusia. Jika Aedes Aegypti jantan berwolbachia kawin dengan Aedes Aegypti betina maka virus dengue pada nyamuk betina akan terblok. Selain itu, jika yang berwolbachia itu nyamuk betina kawin dengan nyamuk jantan yang tidak berwolbachia maka seluruh telurnya akan mengandung wolbachia.” Tambah dr. Maxi Rein Rondonuwu.

Baca Juga :   Pj. Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Adapun kegiatan launching ini diakhiri dengan Penandatanganan Kerja sama antara Kemenkes RI dan Pemerintah Kota Kupang, sekaligus penyerahan paket ember Wolbachia dari Menteri Kesehatan kepada kader dan masyarakat di Kecamatan Oebobo sebagai tanda dimulainya implementasi Wolbachia di Kota Kupang. Kemudian dilanjutkan dengan peletakan ember Wolbachia di rumah masyarakat di wilayah Kecamatan Oebobo.

Turut hadir juga dalam acara tersebut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena, Para Direktur pada Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Tim dari Universitas Gajah Mada, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang, Pejabat Sipil, TNI, POLRI, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan.

 

Sumber: Biro Apim Prov NTT