Diduga Jadi Sarang ‘Mafia BBM’, Sistem Pelayanan SPBU Sanggaoen dan Longgo Dikeluhkan Warga : Sarat Sukuisme dan Manipulasi Volume

Avatar photo
Reporter : Mekris Ruy Editor: Yeri Sula
IMG 20260518 WA0015

ROTE NDAO,PotretNTT.Com – Praktik curang dan dugaan keterlibatan oknum petugas SPBU dalam jaringan “mafia” Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao kian meresahkan. Sejumlah warga mulai berani bersuara dan membongkar bobroknya sistem pelayanan di dua SPBU, yakni SPBU Sanggaoen dan SPBU Longgo.

Hal tersebut di sampaikan oleh sejumlah warga yang enggan disebutkan nama kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Sabtu (16/05/2026)

Warga menuding adanya tebang pilih dalam pelayanan yang kental dengan unsur sukuisme, kelompok, dan kedekatan wilayah asal (teman sekampung), hingga manipulasi kuota pengisian harian.

Menurut kesaksian salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, SPBU Longgo diduga kuat melayani pengisian BBM secara berulang-ulang bagi oknum tertentu yang dijuluki “Manaleo Tuan Tanah”. Oknum ini disinyalir mengoperasikan dua unit mobil pik up dan tiga unit motor Thunder untuk menimbun BBM.

“Mereka bisa mengisi BBM subsidi setiap hari dengan bolak balik masuk SPBU/dobel dalam sehari , dengan volumen pengesian ful tengki 40/50 ltr sekali masuk ,dan motor di isi 12/18 liter per motor , sedangkan untuk pelayan umum masyarakat ,mereka batasi 3 Liter untuk motor dan 10 liter utk mobil per 3 Hari Baru masuk .” ungkap sumber tersebut kesal.

Praktik ini diduga berjalan mulus karena adanya kerja sama “mata pencaharian” dengan oknum petugas nosel berinisial WA dan oknum satpam berinisial HS. Bahkan, kendaraan milik para petugas dan satpam tersebut dilaporkan tidak menggunakan plat nomor dan ikut menguras BBM dengan modus mengisi penuh tangki (full tank) pada waktu pagi sebelum pelayanan dibuka, saat jam istirahat siang, dan sore hari menjelang SPBU ditutup (tarik rantai).Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar dan manipulasi takaran.

Baca Juga :   Pameran HUT Rote Ndao Diduga Jadi Ajang Perjudian

“Ada modus kalau motor mau isi Rp150 ribu di tangki, petugas hanya isi senilai Rp130 ribu, lalu Rp20 ribu sisanya masuk ke saku pribadi petugas,” tambah sumber tersebut.

Kejanggalan besar juga terjadi di SPBU Sanggaoen. Warga membandingkan pasokan dan ketahanan BBM antara SPBU Sanggaoen dan SPBU Sedeoen (yang merupakan cabang dari Sanggaoen).

Sumber: PotretNTT.Com