Wapres Gibran Dorong Modernisasi dan Hilirisasi Rumput Laut di Rote Ndao

Avatar photo
IMG 20260524 WA0003

ROTE NDAO, PotretNTT. Com– Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menekankan pentingnya langkah modernisasi dan hilirisasi komoditas rumput laut di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut ditegaskan Wapres saat menggelar dialog langsung dengan ratusan petani rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Jumat (22/05/2026).

Kunjungan kerja ini merupakan bentuk implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada penguatan ketahanan pangan nasional serta hilirisasi komoditas unggulan daerah. Pemerintah berkomitmen agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan mampu mengembangkan industri pengolahan lokal demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam dialog tersebut, Wapres menilai potensi budidaya rumput laut di wilayah tersebut sangat besar, namun belum dimaksimalkan secara optimal.

“Hari ini kami khusus ke Rote untuk meninjau pabrik garam dan juga rumput laut. Kita lihat tadi sebenarnya potensinya luar biasa, tapi belum benar-benar dimaksimalkan,” ujar Wapres.

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, perwakilan dari sekitar 300 petani rumput laut Desa Daiama menyampaikan sejumlah kendala di lapangan. Mereka mengeluhkan keterbatasan fasilitas penunjang dan mengajukan permohonan bantuan berupa tali nilon ukuran 8 mm dan 2 mm, bibit unggul, sampan fiber, hingga mesin ketinting kapasitas 0,5 GT.

Menanggapi keluhan tersebut, Wapres mengakui bahwa pola budidaya yang diterapkan masyarakat setempat masih sangat tradisional. Kondisi ini dinilai membatasi volume produksi yang seharusnya bisa jauh lebih melimpah.

“Saya lihat tadi memang alat-alat yang digunakan masih sangat tradisional sekali. Jadi ini mungkin ke depan butuh alat-alat pengering, gudang, dan juga mungkin perlu dibutuhkan juga pabrik packaging di sini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wapres memuji kualitas rumput laut asal Rote Ndao yang dikenal memiliki kandungan karaginan yang sangat tinggi dibandingkan daerah lain. Keunggulan kompetitif inilah yang menjadi landasan kuat mengapa hilirisasi industri rumput laut harus segera dieksekusi di tanah Rote.

Baca Juga :  Skandal Tata Kelola Air Lokasi Modale : Dugaan Nepotisme dan Pungutan Liar Hantui Petani 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PotretNTT.Com

+ Gabung